1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.
2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).
JEPANG NEGERI SEJUTA BUNGA SAKURA
07.01 |
Berbicara tentang Jepang tidak bisa dilepaskan dari salah satu iconnya yang sangat terkenal yaitu bunga sakura atau cherry blossom. Siapa yang tidak mengenal bunga ini? Bahkan di negeri kita Indonesia yang jaraknya sangat jauh ( kira-kira 8 jam dengan pesawat ) ada lagu yang terinspirasi oleh bunga ini. Lagu yang juga terkenal yang dinyakikan langsung oleh penciptanya Fariz RM yakni Sakura Dalam Pelukan. Orang Jepang patut berbangga karena negerinya dianugerahi oleh Tuhan bunga yang sangat indah dan khas. Berkenaan dengan keindahan, barangkali banyak juga bunga lain yang tidak kalah bagusnya. Tapi berkenaan dengan kekhasannya, bunga ini memang sangat spesial.
Diposting oleh
marita gurita
PRASEJARAH JEPANG
06.05 |
Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang telah dihuni manusia purba setidaknya 600.000 tahun yang lalu, pada masa Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi pada masa jutaan tahun yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui jembatan darat (dengan Sakhalin di utara, dan kemungkinan Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan manusia, hewan, dan tanaman ke kepulauan Jepang dari wilayah yang kini merupakan Republik Rakyat Cina dan Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM.
Diposting oleh
marita gurita
Langganan:
Postingan (Atom)



